Muskerwil PPP Jatim Dukung Gus Romy

Muskerwil PPP Jatim Dukung Gus Romy

SURABAYA ( Mukerwil) Musyawarah Kerja Wilayah IV Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim pimpinan Musyaffa’ Noer, sepakat mendukung Ir HM Romahurmuzy MT ( Gus Romy) sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP periode 2016-2021 dalam Muktamar ‘Islah’ PPP.Mukerwil yang dihadiri para ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP 38 kota kabupaten se-Jatim di Hotel Novotel Surabaya, dibuka, Minggu (3/4) kemarin juga menegaskan, bahwa sesuai track reccord, Romy sangat memenuhi syarat dan dipastikan akan disuarakan pada Muktamar islah yang dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada 8-11 April 2016 mendatang.

“Mukerwil PPP Jatim sepakat secara bulat menyukseskan muktamar islah seutuhnya itu. Kader partai Jatim hukumnya wajib menyukseskan acara tersebut. Bahkan kami mengajak semua kader partai dari semua kubu untuk turut serta melancarkan jalannya muktamar agar sukses demi kebesaran partai,” ujar Musyaffa Noer kepada wartawan, Minggu.

Menurut di, PPP Jatim secara bulat mengajukan HM. Romahurmuzy sebagai ketum karena track recordnya jelas, berpengalaman untuk menjadi ketum PPP, karena sudah lama menjadi Sekjen DPP PPP, sekretaris Fraksi PPP, Ketua Komisi IV, serta anggota Badan Anggaran DPR.

“Ada beberapa syarat yang menjadi poin penting pada rapat persiapan Muktamar VIII yang akan digelar dalam rangka islah antara PPP kubu Romahurmuziy (Romi) dan kubu Djan Faridz,” ujar Musyaffa’ Noer.

Muktamar islah yang akan diikuti 1.641 orang peserta, terdiri atas 379 orang dari DPP, 93 orang dari DPW dan 1.169 orang dari DPC PPP itu sudah menggariskan, bahwa Caketum (calon ketua umum) yang nantinya maju pada Muktamar VIII wajib mengerti dan memahami ilmu Islam karena PPP merupakan salah satu alat perjuangan umat muslim.

“Pimpinan partai Islam harus mendalami ilmu-ilmu di dalamnya. Selain memahami ilmu Islam, seorang calon ketua umum nantinya adalah kader yang lahir dari sebuah proses pembinaan di partai dan terbukti mampu berbuat terbaik demi kepentingan partai,” ujar Plt Ketua Umum DPP PPP Emron Pangkapi ditemui usai Pembukaan Muskerwil IV DPW PPP Jatim di Hotel Novotel Surabaya, Minggu kemarin.

Menurut dia, pengurus DPW PPP Kalimantan Utara tidak bisa menjadi peserta Muktamar Islah nantinya karena saat Muktamar Bandung belum ada.

Hal ini karena pesertanya adalah hasil Muktamar Bandung. Jadi bukan kader instan yang kata orang Jawa ujug-ujug muncul, sehingga nantinya ketua umum PPP adalah benar-benar sosok kader berkualitas,” ujarnya.

Selain memilih ketua umum baru, agenda utama pada muktamar yang dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo itu, juga mengagendakan pernyataan sikap dan rekomendasi berkaitan dengan dinamika politik nasional maupun internasional.

Usai Muktamar Islah, menurut Emron Pangkapi, pengurus baru segera mendaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk pengesahan dari pemerintah.

Setelah itu, Mei 2016 mengikuti proses pilkada dan September verifikasi partai politik. Tidak itu saja, kata dia, PPP juga bisa menjalankan tugas kepartaian, seperti mengikuti Pilkada 2017-2018, Pemilu Legislatif 2019 dan mengajukan Rancangan Undang-Undang di DPR RI.

Musyaaffa’ Noer mengaku sependapat dengan persyaratan utama terhadap calon ketua umum yang diwajibkan memahami dunia ke-Islam-an. Ia atas nama DPW PPP lainnya berharap tak ada lagi konflik di tubuh internal partai dan seluruh pengurus maupun kader membuang jauh-jauh kepentingan pribadi maupun golongan. [sp]