PPP menargetkan 7 kursi pada pemilihan legislatif mendatang

PPP menargetkan 7 kursi pada pemilihan legislatif mendatang

BOJONEGORO – Partai Persatuan Pembangunan, Kabupaten Bojonegoro melakukan Musyawarah Cabang Ke VIII. Minggu . Ketua DPC Bojonegoro. M Hadist Saridi,mengatakan dalam Muscab kali ini PPP menargetkan 7 kursi pada pemilihan legislatif mendatang.

“Dalam beberapa tahun ini jumlah kursi yang diperoleh partai berlambang Ka`bah menunjukkan peningkatan,” ujarnya. Menurut Hadist, dengan mengusung jargon bergerak bersama rakyat diharapkan memberikan manfaat untuk rakyat. Di akhir sambutannya, ketua PPP mengharapkan agar Jasmas bisa ditingkatkan dan selama program yang dilakukan pemerintah memberikan manfaat, maka PPP akan mendukung.

Sementara Bupati Bojonegoro, Suyoto dalam sambutannya mengatakan bahwa partai politik sangat penting, suka tidak suka harus ada partai politik. “Bangsa dan Negara tidak akan berubah jika tidak ada partai politik,” ujar Bupati. Menurut Bupati  pintunya hanya di partai politik. Di Bojonegoro Partai politik masih diminati dan diurus, pengurusnya lengkap dan baik. Bahkan dalam guyonannya Bupati menyampaikan orang partai politik itu bukan orang yang normal.

“Mengurus diri maupun keluarga saja susah, namun masih mau berjibaku mengurus partainya,” tambahnya.

Menurut Kang Yoto, kadang sudah ngurus partai dan mengeluarkan uang, namun masih saja dipandang miring dan menjadi tempat untuk dimarahi, dicaci dan didebat.

“Kita harus bersyukur dan pilar penting transformasi adalah partai politik,” tambahnya. Seperti  dikatakan Ketua PPP yang memiliki jargon bergerak untuk rakyat menjadi jargon semua dan pemerintah menciptakan wong Bojonegoro yang sehat, mandiri dan produktif.

“Ke depan di Bojonegoro tak ada pilihan selain sektor industri, jasa karena lambat laun pertanian akan bergeser dan semakin menipis.” tambahnya. Menurut Bupati, Bojonegoro tak ada partai mayoritas, semua kursi di legislatif itu merata di semua partai politik, maksimal hanya 7 kursi.

Sementara Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Timur, Drs H Muhammad Musyafak Nur dalam kesempatan tersebut menyampaikan Muscab forum tersebut dilakukan rutin 5 tahunan dalam rangka menjaga kekompakan dan menghindari adanya perpecahan.

Dalam Muscab juga menyampaikan tentang pertanggungjawaban. Karena kepengurusan hanya dua periode namun regenerasi mutlak diperlukan untuk menjaga elektabilitas partai politik.

Teknis pemilihan Ketua tidak seperti tahun lalu dengan pemilihan langsung dengan suara terbanyak. Karena saat ini memakai sistem perwakilan atau tim formatur yang dipilih 5 orang, DPP dan DPW.

Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik yang berkepanjangan seperti tahun tahun sebelumnya. Kemudian 3 hal yang harus ditekankan pertama menghindari konflik internal didalam Partai, karena di Bojonegoro selama ini ada dualisme kepemimpinan.

“Hindari perselisihan, beda pendapat dan lain sebagainya sarana membangun PPP ke depan,” ujarnya.(bm)