Hadiri Muscab IX DPC PPP Tuban, Ini Harapan Bupati Lindra

Hadiri Muscab IX DPC PPP Tuban, Ini Harapan Bupati Lindra

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Tuban menggelar musyawarah cabang (muscab) IX. Muscab ini sebagai ajang memperkuat konsolidasi kader serta agenda pembentukan atau menetapkan tim formatur yang akan diusulkan menjadi pengurus DPC PPP Tuban periode 2021-2026.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PPP Tuban Aguk Sahabudin berharap muscab IX berjalan secara aklamasi untuk pembentukan tim formatur yang akan menakhodai DPC PPP periode 2021-2026. Namun, penentuan nama-nama formatur juga akan disodorkan ke tingkat DPW dan DPP dalam waktu paling lama 14 hari kerja.

“Semoga muscab ini berjalan aklamasi dan menjadi ajang konsolidasi kader agar partai PPP kian bisa berkembang dan bergerak lebih maju,” ujarnya

Aguk di hadapan para kader maupun PAC PPP se- Kabupaten Tuban mengklaim PPP tetap konsisten selama di bawah kepengurusan dan pimpinanya. Bahkan jajaran DPC PPP sudah tancap gas dengan motto menjalin silaturahmi tiada henti serta sampai detik ini mesin partai sudah mulai merekrut bakal calon legislatif (bacaleg) untuk menghadapi pemilihan umum di masa mendatang.

“Kami harap PPP lebih besar lagi. Sekali lagi setiap kepemimpinan tentu masih ada kekurangan-kekurangannya,” sambung Aguk.

Dia juga mengaku bahwa pada perhelatan pilkada tahun 2020 lalu, PPP berseberangan dengan Partai Golkar serta dirinya angkat topi karena PPP bukan masuk sebagai partai pengusung pasangan Aditya Halindra Faridzky dan Riyadi yang diusung Golkar, Demokrat dan PKS. Pun begitu hubungan baik tokoh- tokoh dan ulama dii PPP.

Namun, Aguk mengapresiasi Aditya Halindra pada pembukaaan muscab hari ini. “PPP Tuban harus mengangkat topi karena PPP bukan masuk sebagai partai pengusung pasangan Aditya Halindra Faridzky dan Riyadi. Namun, PPP mengapresiasi kehadiran Mas Lindra (sapaan Aditya Halindra) di agenda muscab hari ini,” ucap Aguk kepada Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky, yang juga menjabat sebagai bupati Tuban.

Sementara Sekretaris DPW PPP Jatim Habib Salim Qurays mengatakan bahwa, di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa, DPW mendapatkan perintah yang harus membentuk kepengurusan DPC di 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur.

“Semoga akhir bulan Desember 2021 ini, sudah harus terbentuk semua kepengurusan DPC se-Jawa Timur,” ucap Habib Salim.

Mantan bupati Probolinggo tersebut mengharapkan DPC PPP Tuban di perhelatan pemilihan legislatif mendatang tidak hanya memperoleh dua kursi, melainkan bisa naik 100 persen atau minimal 5 kursi mewakili daerah pemilihan.

Habib Salim juga mengingatkan tim formatur dari ketua dan pengurus DPC dan PAC yang terpilih agar ke depanya nanti mencari kader atau bacaleg berpotensi untuk bisa mengembangkan suara partai PPP di Tuban. “Saya harap DPC, PAC mencari Bacalon legislatif yang berpotensi dan bisa mengembangan suara partai,”tandasnya

Selanjutnya pada sesi pembukaan Muscab DPC PPP, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan bahwa PPP tidak bisa lepas dari Golkar sebagai keluarga. Pasalnya sejarah pilkada dan kepemimpinan Tuban, kata Lindra selama dipimpin Golkar, jalinan komunikasi dengan ulama dan tokoh-tokoh partai berbasis islam PPP selalu dijalankan oleh mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti yang juga ibu kandung Bupati Lindra.

“Sampai kapan pun Bapak Ali Hasan (almarhum) dan ibu Heany tidak bisa melepaskan kedekatan keluarga dan jasa-jasa tokoh-tokoh ulama di partai PPP. Seperti nasihat KH Maimoen Zubair (almarhum) dan KH Junaid Ma’mun Senori,” kata Lindra

Bupati Lindra juga memuji keberadaan PPP Tuban, yang memiliki basis potensial di kalangan santri di daerah pemilihan Singgahan, Senori, Jatirogo, Bancar yang bersentuhan langsung dengan Pondok Sarang. Dia menyebutkan asalkan kepengurusan DPC PPP bisa menggali sosok potensial atau kader partai, insya Allah lima kursi bisa di raih dalam pemilu legislatif. “Kami harap PPP dapat bermitra dengan Pemkab Tuban,” tandasnya.

JatimTimes