Jika PPP Ingin Jadi Istana Umat, Khofifah: Lakukan Pemberdayaan dan Sapa Milenial

Jika PPP Ingin Jadi Istana Umat, Khofifah: Lakukan Pemberdayaan dan Sapa Milenial

Gubernur Jatim sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menjadi pembicara di sesi V Munas Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan materi ‘Membangun Indonesia dari Daerah’. Acara digelar di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, Senin (18/10/2021).

Dalam paparannya di hadapan ratusan peserta Munas Alim Ulama PPP yang digelar secara hybrid, Khofifah mengatakan dirinya tidak ingin menggarami lautan. Khofifah memberi masukan agar PPP bisa menjadi rumah ulama dan istana umat sesuai tagline-nya.

“Apakah PPP sudah menjadi rumah besar umat Islam? Bagaimana membuat action plan. Beliau yang bersapa dengan jemaah, kiai kiai kampung dan ulama kampung harus dilibatkan. Mereka yang keliling dari satu musala ke musala lain. Mereka ini yang menyapa umat secara rutin. Apakah itu jemaahnya puluhan orang atau ratusan orang, PPP harus merangkul mereka,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah memberikan contoh, semisal satu provinsi diambil lima kabupaten, satu kabupaten diambil lima kecamatan, kemudian masing-masing kecamatan ada lima desa. “Ini akan jadi pilot project, barus dibreakdown secara detail. Menghitung suara itu sama dengan menghitung perorangan, harus scientific approach dan detail. Harus dilakukan koordinasi, dan intervensi agar PPP menjadi istana umat,” tukasnya.

“Kalau basisnya per desa, harus dipastikan strukturnya kuat hingga tingkat ranting kuat, tingkat kecamatan kuat. Kompetitor siapa paling kuat juga harus dihitung. Saya usul juga harus disowani jejaring Mbah Maemun Zubair. Basis pemilih tradisional dan basis pemilih pemula harus digarap, bin siapa, binti siapa atau nyantri dimana. Ini saya malah seperti konsultan politik,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim ini juga mengingatka perihal transformasi digital di lingkungan PPP harus dimasifkan.

“Kalau menunggu rawuhnya jemaah saat kampanye itu mahal. Jaringan organik di pusat, provinsi dan ranting harus diperkuat. Tak perlu buzzer, gerakkan kader di daerah. Sebagai message adalah PPP rumah ulama dan bagaimana PPP menjadi istana umat. Formatnya harus dicerna dan mudah dipahami. Untuk menjadi istana umat, beri mereka pemberdayaan, empowering dan milenial disapa. Milenial nanti melihat oh itu Pak Arsul Sani dari PPP. Itu akan masuk top of mind,” jelasnya.

Tagline PPP sebagai istana umat ini juga macam-macam action-nya. “Support ambulance lengkap dengan tim laki perempuan dan paket tahlil. Kalau itu bisa difasilitasi, lakukan pendekatan tahlil, saya rasa akan auto. Maulid Nabi Muhammad SAW bisa jadi momentum. Memanggil secara spiritual itu jadi penting, karena sekarang banyak yang galau karena Covid-19 berkepanjangan,” tuturnya.

Khofifah mengaku dirinya mengawali karir politik pertama di PPP. “Bahwa dulu pernah ada, anak perempuan ndeso dan sekarang masih ndeso, yang diantarkan oleh PPP menjadi anggota DPR RI. Saya harap ke depan lebih banyak lagi kader-kader yang diantarkan,” tukasnya.

Ketua Majelis Syariah DPP PPP, KH Mustofa Aqil Siraj langsung menimpali dan meminta kepada Waketum PPP Arsul Sani agar mengantarkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ke puncak tertinggi. “Jangan hanya di Jatim saja, tapi ke Indonesia,” pungkasnya.

Beritajatim