Bapaslon di Surabaya Jalani Karantina Akibat Covid-19, Sejumlah Tahapan Menyesuaikan

Bapaslon di Surabaya Jalani Karantina Akibat Covid-19, Sejumlah Tahapan Menyesuaikan

Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan menyebut akan ada penyesuaian jadwal terhadap pasangan yang positif Covid-19. “Prinsipnya, tak mengganggu tahapan secara umum,” kata Insan Qoriawan ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (11/9/2020).

“Sedangkan untuk (bakal)pasangan (calon) yang memang dinyatakan positif Covid-19 memang agak terhambat secara personal. Namun, sekali lagi, hal tersebut tak membatalkan pencalonan,” katanya kepada TribunJatim.com.

Sejumlah tahapan pencalonan terhambat di antaranya pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikologi. Seharusnya, pemeriksaan dilakukan selama sepekan, 4-11/9/2020.

Namun karena harus melaksanakan karantina, beberapa pasangan calon memang harus diperiksa di luar tangga tersebut. “KPU Kabupaten/Kota bisa membuat tahapan sendiri di luar PKPU 5 tahun 2020 tentang tahapan pilkada,” kata Komisioner yang membawahi Divisi Teknis Penyelenggaraan ini.

“Tahapan tersendiri tersebut berlaku terhadap pasangan calon yang salah satu bakal pasangan calonnya terkonfirmasi positif. Tahapannya berbeda,” kata Insan.

Misalnya, pada saat penetapan calon, 23 September mendatang. Apabila masih ada bakal calon yang belum menyelesaikan tahapan pencalonan, KPU tetap bisa menetapkan salah satu pasangan calon.

“Misalnya di tanggal tersebut masih harus mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan karena tertunda akibat karantina. Maka, penetapan pasangan calon bisa dilakukan dengan tidak bersamaan,” katanya.

Di Surabaya, saat ini bapaslon Eri-Armuji telah menyelesaikan verifikasi administrasi dan perbaikan kesehatan. Saat ini, keduanya masuk dalam perbaikan dokumen administrasi.

Bacalon lainnya, Machfud Arifin tengah menjalani masa karantina. Mengingat, pasangan dari Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Mujiaman Sukirno ini dinyatakan positif Covid-19 setelah swab-test 7 September 2019 lalu di RSUD dr Soetomo.

Sumber: TribunNews