Bom Bunuh Diri Makassar, PPP: Jangan Jadi Stigmatisasi Kelompok Islam Mana Pun

Bom Bunuh Diri Makassar, PPP: Jangan Jadi Stigmatisasi Kelompok Islam Mana Pun

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengutuk ledakan bom bunuh diri yang diduga dilakukan 2 orang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pagi tadi. PPP meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap jaringan terorisme.
“PPP mengutuk aksi terorisme yang dilakukan di Gereja Katedral Makassar. Untuk itu, PPP meminta agar Densus 88 Polri beserta BNPT segera melakukan tindakan-tindakan terukur terhadap jaringan terorisme terkait,” kata Waketum PPP Arsul Sani melalui pesan singkat, Minggu (28/3/2021).

Arsul menerangkan peristiwa bom ini menyadarkan semua pihak, terutama aparat keamanan, untuk tidak lengah. Sebab, kata Arsul, ancaman terorisme itu nyata dan ada di sekitar masyarakat.

“Peristiwa ini sekali lagi memberikan pesan bahwa kita semua, khususnya aparatur keamanan, tidak boleh lengah terhadap potensi ancaman terorisme, ancaman itu rill,” ucap Arsul.

Kendati demikian, Wakil Ketua MPR RI ini meminta masyarakat tidak menstigmatisasi peristiwa bom yang terjadi itu dengan kelompok Islam mana pun.

“Namun sebagai partai Islam, PPP sekali lagi juga ingin meminta agar jangan peristiwa ini menjadi titik untuk menstigmatisasi kelompok Islam manapun atas dasar prejudice semata,” ungkapnya.

Sebelumnya, bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibat ledakan itu, 14 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Polisi menduga jumlah pelaku dalam aksi bom bunuh diri itu sebanyak 2 orang. Kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda nomor dengan pelat nomor DD-5984-ND. Setelah pelaku berada di pintu Gereja Katedral Makassar, ledakan terjadi.

“Jadi setelah kita lakukan cek TKP kemudian kita mencari beberapa informasi yang berkaitan dengan ledakan tadi memang kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (28/3).

Diketahui, ledakan terjadi pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Detikcom