Lawan Kotak Kosong, Paslon Ony-Dwi Nyaris Menang Mutlak di Pilkada Ngawi

Lawan Kotak Kosong, Paslon Ony-Dwi Nyaris Menang Mutlak di Pilkada Ngawi

asangan tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ngawi, Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko (OK) nyaris menang mutlak. Hal itu sesuai hitung cepat atau quick count versi Kesbangpol Ngawi sekitar pukul 17.15 WIB, Rabu (9/12).

Dari data Kesbangpol Ngawi, warga yang menggunakan hak pilih mencapai 531.595 orang dari DPT 686.775 pemilih. Sedangkan suara sah mencapai 93,94 persen atau 499.393 pemilih. Sementara suara tidak sah mencapai 6,06 persen atau 32.202 suara.

OK mendulang suara mutlak 94,41 persen atau 471.464 suara. Sedangkan lawannya, kotak kosong hanya mendapatkan 5,59 persen atau 27.929 suara.

Ony mengatakan perolehan Pilkada Ngawi sesuai dengan target yang dipasang termasuk partisipasi pemilih mencapai 77,4 persen.

“Alhamdulilah kemenangan ini sebagai kesuksesan yang luar biasa seluruh warga Ngawi, termasuk terima kasih kepada tim kampanye para relawan,” terang Ony Anwar.

Ia katakan, perjalanan Pilkada Ngawi berlangsung kondusif dan bersinergi antara pemilih satu dengan lainnya. Ony pun mencatat pada pemungutan suara yang sudah dihelat terpantau cukup terkendali sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Harapannya Pilkada ini tidak menjadi klaster baru penularan corona.

“Sekali lagi kami bersama Mas Antok mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk KPU Ngawi, demikian juga Bawaslu maupun TNI dan Polri yang sudah melaksanakan Pilkada sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.

Merdeka

Petahana Kota Blitar Klaim Unggul Versi Hitung Cepat

Petahana Kota Blitar Klaim Unggul Versi Hitung Cepat

Petahana Santoso-Tjujuk Sunario unggul di versi hitung cepat DPC PDIP Kota Blitar. Pasangan yang diusung koalisi besar ini mendapatkan perolehan suara lebih sebanyak 12.959.
Perolehan hitung cepat mencapai jumlah 100 persen data yang terinput dari semua TPS sekitar pukul 18.42 WIB. Paslon nomor urut 01 Henry-Yasin mendapat perolehan suara sebanyak 37.344. Atau 42,61 persen.

Sedangkan paslon petahana Santoso-Tjujuk Sunario memperoleh suara sebanyak 50.303 suara. Atau sebesar 57,39 persen. Kedua kandidat dalam kontentasi ini selisih perolehan suara sebanyak 12.959.

“Alhamdulillah, ini baru satu tahap yang harus kita lalui. Kami akan segera menata ke depan untuk kehiduoan warga Kota Blitar yang lebih baik,” kata Santoso dihubungi detikcom, Rabu (9/12/2020).

Bagi Santoso, kolaborasi memimpin Bumi Bung Karno bersama Tjujuk Sunario merupakan perpaduan yang sejalan. Mengingat latar belakang Tjujuk yang seorang pengusaha sekaligus mantan Wakil DPRD Jatim selama 10 tahun.

“Pengalaman beliau di politik, di dunia usaha akan kami kolaborasikan untuk menata kota ini. Kami akan berbagi peran, berkoordinasi agar semua bisa berjalan lebih baik. Semoga kami bisa amanah dan membawa kota kita ke kemajuan dan kesejahteraan bersama,” imbuhnya.

Kemenangan petahana di Kota Blitar ini sudah diprediksi akan terjadi. Walaupun sebelumnya, sempat beredar kabar kekuatan kader partai berlambang moncong putih ini terbelah. Mengingat kandidat paslon lain, adalah Henry Pradipta Anwar. Putra sulung dari Moch Samanhudi Anwar yang dikenal banyak memiliki simpatisan militan.

Henry sendiri tidak bisa dihubungi detikcom untuk menanggapi kemenangan paslon yang diusung PDIP dengan koalisi besarnya. Namun bagi sekretaris tim pemenangan Santoso-Tjujuk, Tan Ngi Hing, kemenangan Satrio, adalah kemenangan bersama.

“Ini bukan kemenangan 02. Ini adalah kemenangan bersama. Setelah ini, tidak ada 01, tidak ada 02. Yang ada kita satu untuk kemajuan bersama. Kami gandeng semua kekuatan untuk bekerja bersama dengan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Detikcom

YesBro Deklarasi Kemenangan Pilkada Lamongan Berdasarkan Hasil Hitung Cepat

YesBro Deklarasi Kemenangan Pilkada Lamongan Berdasarkan Hasil Hitung Cepat

Paslon Yuhronur Efendi-KH Abdul Rouf mengumumkan keunggulan dalam Pilkada Lamongan, berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei PuSDeHAM. Pasangan YesBro ini mendapatkan 279.079 suara atau 42,79 persen.
Cabup Yuhronur Efendi mengungkapkan, dari hasil hitung cepat itu diketahui, YesBro unggul di 19 dari 27 kecamatan di Lamongan. Sementara di 8 kecamatan lainnya diungguli oleh paslon lain.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh warga Lamongan yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi Lamongan ini,” kata Yuhronur, Kamis (10/12/2020).

Yuhronur berterima kasih kepada masyarakat Lamongan yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka, untuk menjadi pemenang dalam Pilbup Lamongan ini. Yuhronur juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh partai pengusung yaitu Partai Demokrat, PAN, Golkar, Gerindra, PPP, Perindo dan Hanura, serta partai pengusung PKS, Partai Gelora dan PKPI.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh jajaran tim pemenangan dan relawan yang bekerja tak kenal lelah dari waktu ke waktu, untuk meyakinkan dan mengambil hati masyarakat bahwa kita adalah yang layak untuk mendapatkan kepercayaan memimpin Kabupaten Lamongan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yuhronur juga menyampaikan salam hormatnya kepada pasangan lain, yaitu Suhandoyo-Astiti dan Kartika-Saim. Sementara Ketua Tim Pemenangan pasangan Yuhronur Efendi-KH Abdul Rouf, Debby Kurniawan mengimbau seluruh relawan untuk menjaga sikap dan senantiasa menjaga situasi tetap aman, nyaman dan kondusif.

“Jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang berlebihan, euforia yang berlebihan, mati kita jaga Lamongan agar tetap tenteram,” kata Debby, saat pengumuman hasil hitung cepat Pilbup Lamongan.

Untuk diketahui, dalam hasil hitung cepat tersebut, pasangan nomor 1 Suhandoyo-Astiti Suwarni memperoleh 244.433 suara atau 37,48 persen. Pasangan nomor 2 Yuhronur Efendi-Abdul Rouf mendapatkan 279.079 suara atau 42,79 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 3 Kartika Hidayati-Saim (Karsa) mendapatkan 128.712 suara atau 19,73 persen.

Detikcom

Pilkada Pacitan, Keponakan SBY Klaim Menang Mutlak

Pilkada Pacitan, Keponakan SBY Klaim Menang Mutlak

Keponakan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indrata Nur Bayu Aji, yang berpasangan dengan politikus Partai Golkar, Gagarin, mengklaim kemenangan telak berdasar hasil hitung cepat di seluruh tempat pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu.

Berdasarkan hitung cepat Pilkada Pacitan, pasangan calon nomor urut 01 yang mengusung jargon “Nyawiji Sumrambah” itu meraup sebanyak 226.662 suara atau 74,88 persen, jauh di atas pasangan yang diusung PDIP dan PKB, Yudi Sumbogo-Isyah Ansori, yang meraih 76.050 suara atau 25,12 persen.

“Ini hasil perhitungan cepat secara real (real count) di 1.299 TPS yang tersebar di 171 desa/kelurahan 14 kecamatan,” kata Koordinator Kolektif Relawan Nyawiji-Sumrambah Arif Setia Budi dikonfirmasi melalui telepon.

Kendati perhitungan resmi versi KPU Kabupaten Pacitan belum keluar, Arif dan seluruh tim pemenangan Nyawiji-Sumrambah optimistis hasil perhitungan cepat tidak akan berselisih jauh.

Pasangan calon yang diusung Partai Demokrat, Golkar dan lima parpol pemilik kursi parlemen (PPP, PKS, Gerindra, Hanura dan Nasdem) itu menyapu habis kemenangan di 14 kecamatan yang ada di Pacitan.

Rasio kemenangan tertinggi menurut data hitung cepat tim pemenangan Aji-Gagarin, ada di Kecamatan Ngadirojo, daerah tempat tinggal Gagarin dengan prosentase suara mencapai 80,69 persen, dan kedua di Kecamatan Punung dengan perolehan 80,49 persen.

Sementara kemenangan terendah yang tercatat di hitung cepat ada di Kecamatan Donorojo, kawasan paling timur Kabupaten Pacitan yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan prosentase kemenangan 57,17 persen berbanding 34,06 persen untuk pasangan Yudi Sumbogo-Isyah Ansori.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Pacitan. Hasil ini insya-Allah memuaskan semua pihak dan kami tentu akan menjaga amanah yang dipercayakan masyarakat Pacitan dengan memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pacitan,” kata Indrata Nur Bayu Aji saat menggelar konferensi pers di kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan.

Tidak lupa, Aji dan Gagarin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan juga Edhie Baskoro Yudhoyono yang sampai saat ini masih berada di Kabupaten Pacitan.

Ucapan yang sama juga diberikan kepada seluruh jajaran DPD dan DPC. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada partai-partai koalisi, baik pengusung maupun pendukung, kepada tim sukses dan relawan,” ucapnya.

Gagarin menambahkan, perhitungan yang ada saat ini merupakan perwujudan sikap masyarakat dalam memilih pemimpin.

Kader Partai Golkar itu mengajak semua pihak untuk tetap menjaga tali persaudaraan, dan tidak lagi terjebak pada perbedaan apalagi perpecahan karena proses kontestasi pilkada telah usai.

“Kami tetap akan merangkul semua pihak yang terlibat dalam kontestasi pilkada. Kami berharap seluruh elemen siap menerima jika kenyataan yang ada sebagai bagian dari demokrasi. Sekarang tidak ada lagi perbedaan nomor urut 01 dan o2. Pemimpin yan terpilih dalam kontestasi demokrasi ini adalah pemimpin untuk seluruh masyarakat Pacitan,” ujarnya.

Bisnis.com

Pilkada Sidoarjo, Kedua Pasangan Saling Klaim Kemenangan

Pilkada Sidoarjo, Kedua Pasangan Saling Klaim Kemenangan

Dua pasangan calon masing-masing Ahmad Muhdlor Ali-Subandi dan Bambang Haryo Sukartono (BHS)-Taufiqulbar saling mengklaim kemenangan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (9/12/2020)

Klaim kemenangan yang pertama dari Ahmad Muhdlor Ali-Subandi melalui Anik Maslachah selaku Wakil Ketua DPW PKB Jatim yang mengatakan berdasarkan perhitungan cepat yang dibentuk oleh tim PKB Sidoarjo, pasangan yang diusungnya memperoleh 41,57 persen suara.

“Sedangkan pasangan BHS-Taufiqulbar memperoleh 37,58 persen dan pasangan Kelana-Dwi Astutik memperoleh 20,85 persen. Itu data yang masuk ke kami sebanyak 93 persen,” kata Anik di kantor DPC PKB Sidoarjo.

Namun demikian, kata Anik, pihaknya masih menunggu hasil perhitungan secara resmi dari KPU Sidoarjo.

“Hasil perhitungan dari KPU diperkirakan sekitar seminggu lagi. Oleh karenanya, mohon dukungannya agar pasangan calon nomor 2 agar bisa membawa Sidoarjo lebih sejahtera lagi,” kata Anik.

Ahmad Muhdlor Ali yang akrab di panggil Gus Muhdlor mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sidoarjo yang telah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Sidoarjo lebih baik lagi.

“Kami juga sangat mengapresiasi masyarakat yang telah mendukungnya, meskipun cuaca di Sidoarjo kurang bersahabat,” katanya.

Tim Ahmad Muhdlor Ali-Subandi juga meluapkan kegembiraannya dengan melakukan sujud syukur di lantai 3 kantor DPC PKB Kabupaten Sidoarjo.

Terpisah, pasangan BHS-Taufiq mengklaim jika perolehan suara di Pilkada Sidoarjo mencapai 40,89 persen, disusul Gus Muhdlor-Subandi 37,83 persen, dan Kelana-Dwi Astutik sebanyak 21,24 persen.

“Hasil perhitungan cepat dari tim kami ini dapat dipercaya, karena kami ini diusung lima partai, yakni Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, dan PPP Semua partai memiliki tim dan saksi-saksi di setiap TPS. Hasilnya perhitungannya seperti itu,” kata Bambang.

Pilkada Sidoarjo diikuti tiga pasangan calon kepala daerah masing-masing Bambang Haryo Sukartono-Taufiqulbar, Ahmad Muhdlor Ali-Subandi, dan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.

Bisnis.com