Dapat Nomor Urut 2, Pasangan Yoni Bakal Tangani Pengangguran Lewat Program Satu Desa 50 Juta

Dapat Nomor Urut 2, Pasangan Yoni Bakal Tangani Pengangguran Lewat Program Satu Desa 50 Juta

Pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) mendapatkan nomor urut 2 di Pilkada Mojokerto 2020.

Sementara pasangan Ikbar mendapatkan nomor urut 1 dan nomor urut 3 dipegang pasangan petahana Mas Pung-Mba Titik.

Yoko Priyono mengatakan, nomor 2 penuh makna, salah satunya simbol seperti jaman Romawi era Yulius Kaisar.

“Vini, vidi, vici saya datang, saya melihat, saya menaklukkan dan menang itu sesuai dengan simbol awal yang kami tulis untuk Mojokerto hijrah, Mojokerto perubahan, pas dan komplit,” kata Yoko kepada wartawan usai mengambil nomor urut peserta hasil dari pengundian dan penetapan yang dilakukan KPU Kabupaten Mojokerto, Kamis (24/9/2020).

Nomor urut 2 ini sudah sesuai dengan harapan pasangan Yoni untuk bertarung di Pilbup Mojokerto periode 2020-2025.

“Nomor 2 ini ya sesuai, saya sebagai pendatang baru dan sebagai penakluk,” cetus Yoko.

Mantan Kepala Dinas Koperasi ini menjelaskan visi misinya untuk menarik simpati dan meraup suara masyarakat Mojokerto, utamanya mengentas penganguran di bumi Majapahit.

“Saya datang untuk membawa perubahan, dimana kondisi masyarakat Mojokerto ini banyak yang pengangguran dan tidak ada pengangkatan CPNS sama sekali, makanya saya datang dengan prinsip ke depan kami dengan cara memberikan sebuah kepastian hukum investasi, kedua di sektor UMKM biar anak muda menjadi manajer bagi dirinya sendiri melalui satu desa Rp50 juta untuk generasi muda UMKM,” tegasnya.

Pasangan Yoni ini diusung DPP Partai Golkar dan PPP yang mempunyai 11 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. Partai Golkar memperoleh 6 kursi, sedangkan PPP 5 kursi.

Pihaknya ingin meletakkan pondasi pendataan itu melalui desa, karena nanti ada istilah monografi desa.

“Supaya permasalahan pengentasan kemiskinan, pemberian bantuan BLT tepat sasaran maka kepala desa, kepala dusun nanti dibantu RT itu tujuannya. Sehingga, tidak ada lagi orang yang berhak tidak menerima, orang yang tidak berhak malah menerima. Untuk sektor pariwisata cukup lengkap dari sejarah peninggalan Majapahit, kedua punya wisata alam cukup bagus di Pacet dan Trawas nanti kami akan cetak harus melebihi kota Batu dan minimal harus sama dengan Yogyakarta,” terangnya.

Yoko berharap sektor Pariwisata yang ada di Mojokerto nantinya bisa dikelola oleh masyarakat sendiri bukan dikelola oleh investor.

“Karena dengan Pariwisata ini bisa berkembang pesat, jika anak muda ini berinovasi. Jadi yang bermain ini bukan investor malainkan masyarakat utamanya para pemuda Desa,” tandasnya.