Zeiniye Ingatkan Warga Situbondo Awasi Dana Covid Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Pilkada

Zeiniye Ingatkan Warga Situbondo Awasi Dana Covid Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Pilkada

Masyarakat Situbondo diminta untuk mengawasi dana Covid yang berasal dari APBN dan APBD provinsi serta kabupaten benar benar disampaikan pada yang membutuhkan.

Demikian diingatkan anggota DPRD Jatim asal dapil 4, Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso. Zeiniyeh S.Ag dihadapan warga Situbondo yang mengikuti kegiatan reses ke 2 anggota DRPD Jatim asal fraksi PPP ini.

“Ada banyak anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat Situbondo yang terdampak Covid 19. Saat ini dana dari pusat sebesar Rp600 ribu perkeluarga dan Rp200 ribu top up dari provinsi sudah digulirkan. Nah yang dana asal kabupaten ini yang disebut JPS atau jaringan pengaman sosial kabupaten sebesar Rp200 ribu. Nah ini terlihat masih belum tersalurkan dengan merata, Saya berharap kita semua mengawasi jangan sampai semua dana ini kemudian digunakan untuk kepentingan tertentu. Dengan mengklaim seolah itu dana pribadi untuk kepentingan kontestasi pilkada. Karena ini adalah dana rakyat dari APBD, “ungkap Zeiniye, senin (14/9/2020).

Politisi wanita lulusan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Asembagus ini mengatakan, masyarakat mendapatkan beras dan telur serta uang itu adalah berasal dari anggaran provinsi yang dilewatkan dinas sosial kabupaten Situbondo. “Saya mengingatkan bahwa dana itu adalah dana masyarakat jangan dijadikan untuk kegiatan kampanye oleh konstestan tertentu. Sebab antara bantuan covid dan memilih seseorang dalam pilkada gak ada kolerasinya,” kata Zeiniye mengingatkan.

Selain mengigatkan soal dana Covid agar tak disalah tujuankan, Zeiniye juga mensosialisasikan terkait masalah program jaminan kesehatan Maskin atau masyarakat miskin yang yang tidak tercover oleh BPJS , KIS, dan SPM kabupaten. ‘Di Situbondo ini masalah bantuan kesehatan bagi masyarakat miskin sepertinya bakal berat, sebab saya dengar katanya dananya sudah habis. Artinya kalau ada orang miskin sakit yang tak tercover di BPJS , KiS dan SPM pasti akan susah.
Kalaupun bisa dibantu harus melalui proses birokrasi yang panjang dan lama. Maka saya ingin sampaikan Pemprov punya program yaitu Beakes Maskin atau beaya kesehatan masyarakat miskin. Sebagai wakil rakyat Jatim inilah yang saya selalu lakukan untuk membantu warga miskin yang butuh dibantu dengan Beakes Maskin ini,” lanjut nya.

Dirinya berharap sebagai wakil rakyat asal dapil 4 bisa terus memaksimalkan perannya membantu warga yang sakit agar bisa di tolong dengan program ini. “Namun harus di rawat di RS milik pemprov seperti RS Subandi Jember, RSA Malang, RS Sudono Madiun, dan RS Dr Soetomo Surabaya. Beberapa sudah kita bantu. Alhamdulillah akses sebagai wakil rakyat bisa kita gunakan untuk bantu warga miskin,” ucapnya.

Selain dua point itu, ada beberapa catatan yang dititipkan warga Situbondo untuk diperjuangkan anggota komisi E DRPD Jatim ini, diantaranya soal fasilitasi
masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan ijazah paket C yang mahal, keluarga miskin yang belum menjadi anggota PKH, bantuan modal serta fasilitasi BPJS ketenagakerjaan bagi GTT di SMK negeri.

“Semua kami catat untuk diperjuangkan. Tentu sebagai wakil rakyat kita berupaya untuk bisa membuat perubahan agar masyarakat bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.